APA ITU TAWASSUL??
http://www.elingjiwo.com/2024/01/apa-itu-tawassul.html
Bismillahirrahmanirrahim Tawassul yaitu merupakan salah satu cara umat Islam dalam berdoa kepada Allah swt.. Tawassul dengan sesuatu wasilah ataupun suatu yang bisa dijadikan perantara buat mendekatkan diri kepada Allah supaya doa dikabulkan. Dengan berbagai macam hal disebutkan dalam firman Allah swt. يآأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya," (Al-Maidah:35). Jadi tawasul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju atau mendekatkan diri kepada Allah swt.. BERBAGAI MACAM TAWASULMerujuk pada beberapa kitab tafsir menyampaikan macam-macam tawasul dengan mengacu pada surat Al Maidah ayat 35: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (wasilah) dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kalian mendapat keberuntungan". Ada pula macam- macam tawasul yang dikenal sebagai berikut: 1.TAWASSUL BI ASMAILLAH ( bertawasul dengan Asma' Allah) Contohnya, Audzu biqudratillah, Audzu bi izzatillah serta dengan kalimat yang lain. Tidak hanya itu, tawassul dengan asmaul husna, baik itu secara lengkap maupun sebagian ataupun tawasul dengan ismul adhom. "Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-namaNya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا، وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ، سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (QS. Al-Araf : 180). bahwa lafadz doa banyak selalu menyertakan satu atau lebih nama Allah yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna, seperti Yaa Rahman, Yaa Qohar ,Yaa Jabbar,Ya Karim, Yaa Razzaq, Yaa Fattah, dan sebagainya. 2.TAWASUL BI A’MAL SHOLIHAT ( Bertawasul dengan amal kebaikan) Dalam kitab Riyadus Sholihin. Ada dikisahkan dalam perjalanan 3 orang , mereka lalu membuat sebuah gua setelah itu mereka masuk ke dalam untuk beristirahat. Dikala telah masuk, terdapat angin kencang yang merobohkan batu besar sehingga menutupi gua. Lalu mereka mengalami berbagai kesusahan, tidak bisa makan,juga minuman tidak ada.serta sudah berusaha meminta pertolongan dengan memanggil orang di luar ,barangkali ada yang mendengar, tetapi tidak ada yang mendengar. Ke 3 orang tersebut itu lalu bermunajat. Seseorang dari mereka berdoa serta bertawassul dengan selama ini telah birrul walidain( berbuat baik kepada orang tua). Lalu batu terdorong angin besar, serta terdapat cahaya matahari. Sebaliknya, yang lain berdoa dengan amal kebaikan yang lain. sampai di dapati batu tergeser sedikit demi sedikit.lalu terbuka atas izin Allah 3. TAWASSUL BIS SHOLIHIN ( Bertawassul dengan orang- orang saleh) Bertawassul kepada orang- orang saleh, baik masih hidup ataupun telah wafat. Dikisahkan dalam hadits shahih, terdapat salah satu teman buta yang mau dapat memandang. Dia setelah itu tawasul, dengan mengucapkan Allahumma inni as'aluka wa atawajjahu bi nabiyyika fi hajati hadzihi. “Ya Allah hamba memohon serta menghadapmu dengan wasilah kepada Nabi dalam memenuhi keperluan hamba ini” Dan alhamdulillah orang tersebut dapat anugrah bisa melihat lagi. Adapula tawassul ,juga menyebut Ungkapan “ al-Madad “ atau “ adrikni “. Maka maknanya yaitu, “ kami memohon pertolongan dengan perantaraanmu wahai Rasulallah Atau dengan membaca Al Madad Al Madad Al Madad Yaa Rasulullah Madad Madad Madad Yaa Syekh Abdul Qodir Jaelani.. Dsbnya Bertawasul kepada orang yang telah wafat, yang ditawassuli Nabi Sedangkan Para nabi dan para Aulia Allah itu sejatinya masih hidup sisi_NYA di alam kubur, berdzikir dan sholat 4.TAWASUL BI DZAT (Bertawasul dengan dzat) Lalu tawasul bi dzat, ini dapat dicoba dengan sebagian tata cara , semacam bi jahi( dengan peran), bi hurmati( dengan kemuliaan), bi karomati( dengan kemurahan). Termasuk salah satu nya Shalawat Nariyah ialah salah satu tawasul bi dzat. Tawasul yang keempat ini diperselisihkan oleh para ulama. Namun ,bagi sebagian besar ulama, tawasul dengan 4 berbagai di atas tidak permasalahan, namun bagi Ibn Taimiyah, seluruh tawasul dapat diterima secara syariat kecuali tawasul bi dzat . Demikian semoga menjadi pembelajaran kita semua dalam Keilmuan dan pemahaman di dalamnya . Wallahu alam bishowwab |